Hypnotherapy Sebagai Alat Bantu Dalam Proses Penyembuhan

Hypnotherapy Sebagai Alat Bantu Dalam Proses Penyembuhan

Kembali ke sejarah hypnosis, metoda hypnosis sudah ada sejak sejarah itu belum tercatat. Pemakaian hypnosis secara tertulis, yang merupakani landasan perkembangan hypnosis sekarang, adalah sejak abad-18 ketika zaman Franz A. Mesmer mempergunakan metoda hypnosis (waktu itu bernama magnetisme) dalam proses pengobatan. Mesmer menganggap dirinya mempunyai kekuatan supernatural (kesaktian) dalam mengobati pasiennya. Sejak abad itu pula, atas permintaan Raja Louis XVI, Akademi Kedokteran Perancis yang diketuai oleh Benjamin Franklin telah menyidangkan dan meneliti apa yang telah dilakukan oleh Mesmer. Persidangan ini menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan Mesmer hanya suatu sugesti , sedemikian rupa sehingga pasien melakukan proses penyembuhan sendiri. Kenyataannya aliran Mesmer ini (Mesmerisme), dimana hanya orang yang mempunyai kemampuan seperti Mesmer yang dapat melakukan magnetisme, sudah keburu berkembang dan banyak pengikutnya. Bayangkan, aliran ini sudah ada sejak 2 abad yang lampau.

Aliran inilah yang masih berkembang di Indonesia sampai saat ini, dimana hanya orang yang memiliki “kesaktian” saja yang bisa melakukan hypnosis dan untuk memperoleh kemampuan ini dikaitkan dengan hal-hal mistik seperti berpuasa dulu, melakukan latihan fisik, dll. Dan, bila orang tersebut tidak kuat secara jiwa dan raga tetapi bisa melakukan hypnosis maka akan dicurigai bahwa orang tersebut menggunakan kekuatan sihir dengan bantuan kuasa gelap atau jin.
Padahal di luar negeri, khususnya Eropa dan Amerika, konsep hypnosis sudah berubah sama sekali dan telah berkembang sangat pesat.

Banyak ilmuwan yang meneliti fenomena hypnosis ini mulai dari Dr. James Braid, Freud, Jung, sampai dengan Dr. Milton H. Erickson dan seterusnya seperti Dr. Dave Elman dan sebagainya.
Dari hasil penelitian mereka disimpulkan bahwa keadaan hypnosis, atau kadang-kadang disebut sebagai trans, adalah suatu keadaan di mana manusia sangat fokus pada suatu tindakan atau aktivitas yang sedang dilakukan dengan mengabaikan hal-hal lain yang bukan prioritasnya. Sehingga, apabila ada suatu masalah, dapat dengan mudah kita menyelesaikannya.

Yang terjadi dalam suatu proses hypnosis adalah self-hypnosis oleh orang yang di hypnosis (subyek). Hypnotist (operator) hanya memandu subyek untuk masuk ke dalam hypnotic state dengan sangat mudah. Tindakan atau perilaku yang terjadi karena proses hypnosis adalah hasil sugesti si operator yang sangat persuasif kepada subyek, sedemikian rupa sehingga subyek terpengaruh dan menindaklanjuti sugesti tersebut.
Namun, perlu diketahui juga, bahwa sugesti penghypnosis tidak akan berhasil bila sugestinya bertentangan dengan nilai-nilai dan keinginan subyek.

Pada hypnosis stage seperti yang ditayangkan di televisi, subyek bisa berperilaku sedemikian rupa karena mempunyai keinginan (disengaja atau tidak, disadari langsung atau tidak) untuk merasakan fenomena hypnosis, sehingga mudah dipengaruhi oleh sugesti penghypnosis. Keadaan tersebut, secara kejiwaan atau mental, biasanya tidak akan berlangsung lama karena hanya bermain di kulit saja dan hanya untuk menghibur. Tidak bermain dengan nilai-nilai subyek sesungguhnya.

Demikian pula pada hypnosis yang digunakan digunakan sebagai alat kejahatan. Hal ini, secara langsung atau tidak, terjadi karena subyek mau dipengaruhi oleh sugesti si penghypnosis, atau kepandaian si penghypnosis untuk mempermainkan nilai si subyek. Dengan kata lain: menipu dengan sangat persuasif, dan anda termakan rayuan! Karena persuasifnya, anda sendiri sampai seolah tidak menyadari apa yang terjadi. Anda baru seolah menyadarinya sesaat kemudian setelah anda berpikir bahwa anda kena tipu, atau terhypnosis oleh orang itu.

Sekali lagi, proses hypnosis tidak akan berhasil jika subyek dengan sadar menolak dan tidak mudah terbuai oleh rayuan. Hal ini dapat terjadi, karena biasanya nilai subyek berlawanan sugesti si penghypnosis. Misalkan pada dasarnya anda pelit, lalu si penghypnosis minta uang pada anda dengan cara berlaku seolah untuk keperluan sosial. Percaya, anda PASTI tidak terhypnosis oleh orang itu dan anda akan menolaknya menta-mentah, karena anda sudah menghypnosis diri sendiri untuk menentang permintaan orang itu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *