Peranan Hypnosis dalam Persalinan

Peranan Hypnosis dalam Persalinan

Pertama-tama perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa hypnosis hanyalah suatu alat bantu dalam penyelesaian suatu masalah medis. Berbeda, bila permasalahan utama terjadi karena masalah psikis, maka hipnoterapi dapat digunakan sebagai alat utama. Demikian juga dalam proses kehamilan dan persalinan, masalah medis/ fisik dan masalah mental dapat terjadi keduanya.

Ketika hamil, terjadi perubahan-perubahan dalam tubuh mulai dari bentuk tubuh sampai dengan perubahan produksi hormone tubuh yang secara tidak langsung keadaan ini PASTI berpengaruh kepada kondisi mental pelaku. Demikian juga sebaliknya, keadaan psikis pelaku, secara tidak langsung, akan mempengaruhi kehamilannya, dan lebih penting lagi, akan berpengaruh pada persalinannya nanti. Oleh karena itu, keadaan fisik dan mental pelaku perlu dipersiapkan sebelumnya, agar proses persalinannya nanti dapat berjalan dengan lancar, baik itu dengan operasi maupun tidak.

Persiapan fisik yang dilakukan adalah seperti yang dianjurkan para ahli medis seperti dalam hal asupan makanan, senam, dan sebagainya. Sedangkan untuk persiapan secara mental, biasanya pelaku diberikan informasi-informasi seputar kehamilan, seperti perubahan bentuk tubuh, perkembangan janin, kemudian informasi mengenai persalinan, bagaimana proses persalinan
berlangsung, apa yang harus dilakukan seorang ibu, dan sebagainya, bahkan sampai paska kelahiran, yang mana tujuannya adalah agar pelaku “memahami” apa yang sedang terjadi pada dirinya sehingga siap mental ketika persalinan

Karena, seperti telah disebutkan diatas, hypnosis lebih berperan kepada masalah mental, maka dalam tulisan ini lebih banyak membicarakan mengenai kesiapan mental dalam menghadapi
persalinan, yang tidak tertutup kemungkinan bahwa keadaan mental yang siap ini secara tidak langsung akan berpengaruh pada kesuksesan proses persalinan.

Tujuan hypnosis dalam obstetric adalah mempersiapkan pasien sedemikian rupa sehingga siap menghadapi persalinan dengan sealamiah mungkin (mengurangi penggunaan obat) dan nyaman; sehingga memungkinkan bagi pasien untuk mampu mengendalikan rasa nyeri ketika menjalani persalinan. Oleh karena itu, masa kehamilan dalam mempersiapkan proses persalinan (dan mungkin paska persalinan) menjadi hal yang utama dalam hypnosis.

Pada masa kehamilan, secara tidak langsung, keadaan mental pelaku dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin karena kondisi fisik seseorang sangat dipengaruhi oleh
keadaan pikirannya. Misalnya otot-otot serta syaraf (sengaja atau tidak) menjadi tegang ketika pikiran sedang stress. Demikian juga bagi ibu yang sedang hamil, keadaan pikiran yang tidak
nyaman dapat membuat otot-otot di sekitar kandungan menjadi tegang sehingga secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, dan mungkin dapat juga
berpengaruh pada proses persalinannya nanti. Permasalahan seperti inilah yang sering muncul di klinik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *